:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1640248/original/002939600_1499243570-170705_Mencari_ibu_kota.jpg)
Sementara itu, Jabatan Fungsional Widyaiswara Kementerian PUPR, Rido Matari Ichwan, menilai pemindahan ibu kota sangat mendesak karena pemerintah harus mengurangi beban kepadatan di Pulau Jawa.
"Ya demikian (mendesak) karena di Jakarta, air minum sudah susah kan, banjir. Jawa mesti dikurangi bebannya dari kepadatan sekarang ini," tutur Rido.
Sebelumnya pemilihan lokasi ibu kota sempat dirujuk ke Sumatera. Namun, dengan perkembangan infrastruktur dan teknologi akhirnya dipilih Kalimantan yang dinilai lebih memadai.
"Kalau rapat, diskusi, bisa pakai teknologi. Kalau fisik harus datang, bisa pakai moda pesawat, tapi kalau barang dikirim bisa pakai angkutan laut. Jadi kalau pusat pemerintah pindah ke luar Pulau Jawa ada pentingnya juga untuk mengurangi beban ke luar Jawa," jelas Rido.
Selain dukungan teknologi, menurut Rido Kalimantan dinilai cocok sebagai pengganti ibu kota karena titik rawan gempa di Kalimantan, termasuk di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah relatif sedikit.
"(Titik) rawan gempa sedikit, air banyak, bahkan ada air dari rawa. Kalau banjir, relatif bisa diatasi karena (banjir) terjadi di kawasan kota yang drainase-nya kurang baik, seperti Palangka Raya. Kalau Banjarmasin dan Samarinda tidak banjir," tuturnya.
from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2ZKZhae
No comments:
Post a Comment