:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2278090/original/031423000_1531393356-Bawaslu2.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Capres petahana Jokowi mengajak para pendukungnya mengenakan baju putih di hari pencoblosan pada 17 April nanti. Terkait ajakan itu, Anggota Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Mochammad Afifuddin menyebut, pihaknya akan mengkaji apakah hal tersebut termasuk pelanggaran.
"Ini yang sedang kita kaji, dari sisi apakah kemudian kan ada prinsip yang harus kita hindari itu begini, pemilu itu kan rahasia begitu, kemudian ada orang yang mengidentikkan, itu jadi kurang asik," kata Afifuddin di Hotel Mercure, Sabang, Jakarta, Kamis (28/3/2019).
Menurut Afifuddin, banyak negara saat pemilu melakukan hal serupa. Imbauan Jokowi pun sama seperti Cawapres Sandiaga Uno yang mengimbau para pendukungnya melakukan gerakan subuh saat hari pencoblosan.
"Misalnya di Thailand kelompok kaos kuning, kaos merah begitu, jadi kita sedang melihat dari sisi aturannya, ini kan hal-hal yang improvisasi lapangan. Ada gerakan subuh, ada gerakan baju putih," ucap dia.
from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2WoohkM
No comments:
Post a Comment