Pages

Friday, December 21, 2018

TGB Zainul Majdi Loncat Pagar ke Golkar, Beringin Kian Rindang?

Sebelum merapat ke Partai Golkar, Partai Nasdem mengklaim bahwa TGB akan melabuhkan pilihan politiknya di partai besutan Surya Paloh. Kabar itu diembuskan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Jhonny Plate.

Menurut Jhonny, bergabungnya mantan Ketua DPW Demokrat NTB ke Nasdem itu dilakukan secara resmi saat Surya Paloh berkunjung ke Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Iya Pak TGB masuk ke Nasdem. Pak TGB setuju dengan platformnya. Di NTB itu secara resmi mengatakan. Waktu Ketum (Surya Paloh) di NTB kan bersama-sama dengan dia, mendampingi Ketum, waktu ke Lombok," ujar Jhonny melalui sambungan telepon, Senin 17 Desember 2018.

Ia membantah, bergabungnya TGB ke Partai Nasdem dilakukan secara tergesa-gesa. Jhonny menjelaskan komunikasi intensif antara TGB dengan Surya Paloh sudah terjalin cukup lama Beberapa kali, TGB mendatangi kantor DPP Nasdem untuk membahas segala isu politik.

"TGB Zainul Majdi sudah beberapa kali bolak-balik ke DPP. Bertemu Ketum, bertemu saya. Makan bersama," ia memungkasi.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Mazdi. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Kendati telah dilakukan penjajakan, kabar akan merapatnya TGB ke Nasdem akhirnya meredup. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa pria kelahiran 46 tahun lalu itu telah resmi menjadi kadernya.

"DPP secara aklamasi menyetujui Bapak Tuan Guru Bajang menjadi salah satu pengurus DPP," ucap Airlangga di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis malam, 20 Desember 2018.

Lobi Partai Golkar untuk menarik TGB sebenarnya sudah dilakukan sejak Juli 2018. Kala itu, Airlangga menawarkan TGB pindah gerbong menyusul kemungkinan sanksi yang bakal dijatuhkan Partai Demokrat. Namun TGB menganggap tawaran itu sebagai ajakan spontan dari Airlangga.

Golkar juga telah mencium TGB bakal 'tergusur' dari Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat. Ini sebagai imbas dari sikap politiknya yang berbeda. TGB menyatakan dukungan dalam Pilpres 2019 kepada Jokowi-Ma'ruf Amin.

Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto memberi keterangan usai acara Pembekalan Caleg DPR RI Partai Golongan Karya di Jakarta, Rabu (19/12). Pembekalan diadakan dalam rangka persiapan menghadapi Pemilu 2019 mendatang. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Keputusan itu dianggap bertolakbelakang dengan garis partai. Sebab saat itu Demokrat tengah melakukan penjajakan koalisi dengan Prabowo Subianto.

Demokrat menganggap, sikap TGB itu offside lantaran partai belum mengeluarkan sikapnya. TGB, kata Wasekjen Demokrat Andi Arief, belum tentu dijatuhi sanksi.

Namun dalam kenyataannya, TGB mengaku telah mendapat ancaman sanksi dari Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat Amir Syamsuddin. Sanksi itu dibahas Majelis Tinggi Demokrat tanpa mengundang TGB.

Akibat desakan itu, TGB pun berencana mundur dari Demokrat. "Beliau nanti akan mundur. Keputusan itu sedang dimatangkan oleh TGB," ucap sumber Liputan6.com, 18 Juli 2018.

Tak ingin polemik itu terus bergulir, TGB akhirnya memutuskan mundur dari Partai Demokrat. Dia mengaku telah melayangkan surat pengundurun dirinya kepada SBY melalui Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat Amir Syamsuddin.

"Saya sudah mundur (dari Demokrat) beberapa hari lalu. Surat pengunduran diri sudah disampaikan kepada Pak Amir Syamsudin," ujar TGB Zainul Majdi dalam pesan singkatnya kepada Liputan6.com, Senin 23 Juli 2018.

TGB menegaskan, keputusannya mundur dari Demokrat merupakan keputusan pribadi dan tidak ada intervensi dari pihak manapun.

"Ini tentu satu hak politik saya. Saya berharap semua pihak bisa menghargai itu sebagaimana menghargai pilihan apapun," tegas TGB.

Kini langkah TGB sudah mantab bernaung di bawah pohon beringin. Baginya, jabatan saat ini sebagai bentuk dedikasi untuk Indonesia yang lebih baik.

"Semua mudah-mudahan bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk Partai Golkar dan juga untuk Indoensia," ujar TGB.

Saksikan video menarik berikut ini:

Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi membuktikan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan mundur dari Partai Demokrat.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2PS3B12

No comments:

Post a Comment